Anak kecil itu berlari bergegas pulang sambil mengusap air matanya yang terus mengalir membawahi pipinya. Matanya masih sembab dan dipenuhi linangan air mata, ketika sudah sampai di depan rumah dia berteriak “Ibuuuuuuuuuuuuu” ? ketika dilihat ibunya keluar dari pintu langsung dipeluknya sang ibu. Lalu diapun “mengadu” kepada sang ibu tentang mainanya yang dihancurkan kawannya. Kini setelah 20 tahun berlalu apakah masih bisa aku seperti itu ?? Lantas kemanakumengadu ??? !!!! Adakah kau tau kawanku ??

Tinggalkan komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini